Potensi.news, Tanjungpinang- Leko Cafe kembali menuai respon negatif dari masyarakat kota Tanjungpinang, yang kediamannya berdekatan dengan tempat hiburan malam (THM) Leko Cafe di Jalan Aisyah Sulaiman Dompak kilometer 8, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (20/02/24).
Dimana pemberitaan sebelumnya Organisasi Persatuan Pemuda Bentan menyoroti terkait keberadaan THM Leko Cafe, dan mempertanyakan izin yang di kantongi oleh pihak Leko Cafe, serta meminta pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) setempat untuk menutup tempat tersebut jika menyalahi izin yang ada.
Warga di sekitaran tempat dimana Leko Cafe beraktifitas, mengeluhkan mulai dari suara musik dengan volume tinggi, seringnya terjadi keributan, serta jam operasional hingga pagi hari. Bahkan pengunjung sering terlihat berjalan sempoyongan saat keluar dari Leko Cafe, bahkan ada yang tertidur di depan ruko sekitaran dengan tak sadarkan diri diduga akibat terlalu banyak menenggak minuman beralkohol.
Yang tidak kalah pentingnya para remaja belia, baik putra dan putri sering memasuki Leko Cafe hingga pulang pagi hari. Dan untuk di ketahui, Leko Cofe beroperasi disebuah bangunan ruko 3 lantai. Lantai 1 untuk Caffe, lantai 2 untuk karaoke dan lantai ke 3 untuk mendengarkan musik DJ.
Diduga kuat lantai ke 3 di gunakan untuk Pub/diskotik, dan sering memperkerjakan Disc Joki (DJ) wanita dengan penampilan yang sexy untuk menarik minat pengunjung. Serta diduga di tempat tersebut bebas menjual minuman beralkohol ke pengunjung tanpa terkecuali pengunjung dengan usia remaja belia.
Menanggapi hal itu, Dewan pimpinan pusat Persatuan Pemuda Bentan (DPP – P2B) Hendra kembali memberikan tanggapannya “pemberitaan sebelumnya sudah kita ingatkan untuk dinas yang terkait dan APH setempat untuk segera menertibkan THM yang menyalahi izinnya, tentu hal seperti ini pada akhirnya akan merugikan masyarakat. Apalagi melihat dampaknya kepada generasi muda. Coba rekan-rekan media pertanyakan kepada dinas terkait dan APH setempat, apa benar Leko Cofe sudah ada izin untuk kegiatannya itu? Jika tidak ada, apa tindakan mereka?” Tutup Hendra. (Red)












