Stok Ayam Hidup Tersedia, Distribusi ke Pasar Diduga Tidak Optimal: Harga Ayam Masih Tinggi di Bintan–Tanjungpinang

(Potensi.News), Kepulauan Riau– Satgas Pangan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada akhir tahun 2025 lalu sempat turun tangan menyikapi tingginya harga daging ayam segar di sejumlah pasar tradisional. Saat itu, muncul dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan rantai distribusi sehingga pasokan di tingkat pedagang menjadi terbatas.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Pangan bersama dua perusahaan unggas dan satu asosiasi peternak unggas melakukan peninjauan langsung ke pasar untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga.

Namun, berdasarkan pemantauan Potensi.News, kondisi harga tinggi dan kelangkaan pasokan di tingkat pedagang masih kerap terjadi hingga awal tahun 2026. Hal ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas distribusi ayam dari hulu ke hilir.

Hasil penelusuran awal Potensi.News menemukan adanya perbedaan kondisi antara tingkat produksi dan kondisi pasar. Stok ayam hidup di tingkat peternak dan perusahaan unggas disebut masih tersedia, sementara pedagang daging ayam segar di pasar mengaku kesulitan memperoleh pasokan dalam jumlah memadai.

Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa distribusi ayam ke pasar belum berjalan secara optimal. Sejumlah pedagang menduga pasokan yang terbatas turut memengaruhi terbentuknya harga jual di tingkat konsumen.

Seorang pedagang daging ayam segar di wilayah Tanjungpinang dan Bintan, yang ditemui Potensi.News pada 17 Januari 2026 dan meminta identitasnya dirahasiakan, menyampaikan bahwa kelangkaan pasokan di pasar tidak sepenuhnya disebabkan oleh perantara.

“Setahu kami, pasokan yang masuk ke pasar memang terbatas. Bukan karena tidak ada ayam, tapi volumenya yang dibatasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan informasi yang beredar di kalangan pedagang bahwa sebagian hasil produksi ayam didistribusikan ke luar daerah.

“Kami mendengar ada distribusi ke wilayah lain seperti Batam, bahkan ke luar negeri. Tapi kami tidak tahu persis mekanismenya,” tambahnya.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai pihak perusahaan yang dimaksud, narasumber enggan menyebutkan nama dan hanya mengatakan bahwa informasi tersebut sudah menjadi pembahasan umum di kalangan pedagang ayam segar.

Menanggapi situasi tersebut, sejumlah pedagang berharap pemerintah daerah dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi pangan strategis, khususnya daging ayam segar, agar kebutuhan masyarakat lokal dapat terpenuhi secara seimbang.

Hingga berita ini diterbitkan, Potensi.News masih berupaya meminta keterangan resmi dari pihak perusahaan unggas, asosiasi peternak, serta instansi pemerintah terkait guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.(Red)

 

Bersambung….

 

Part: l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *