Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan, Denanto: Peran Teknologi Dalam Meningkatkan Kinerja Berkelanjutan di Sektor Pertanian.

Kepri, Tanjungpinang601 Dilihat

Potensi.news, Tanjungpinang- Pada masa Revolusi Industri 4.0 teknologi berperan penting pada sektor pertanian. Teknologi pertanian modern membuat kita lebih mudah mengelola hasil dari pertanian serta meningkatkan efisiensi pekerjaan para petani (Febrianti et al., 2021; Burhan,2018).

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan, Denanto mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu penopang perekonomian suatu negara, oleh karena itu sektor pertanian harus terus menyesuaikan kondisi dengan kemajuan teknologi pada suatu negara yang terus berkembang. Perubahan teknologi, seperti penerapan drone yang digunakan untuk memantau perkembangan lahan pertanian, penyebaran pupuk dapat mengurangi waktu yang digunakan oleh para petani, “ucap Denanto.

Dikatakan, Denanto penerapan sitem irigasi berbentuk Internet of Things(IoT) yang digunakan untuk memantau kondisi pada tanah, serta memantau kesehatan pada tanaman, telah memberikan dampak yang sangat positif dalam peningkatan efesiensi serta produktifitas pada sektor pertanian (Walid, Horiyah, & fikri, 2022).

IoT memungkinkan dilakukanya pemantauan pada sumber daya, agar dapat memberikan data yang lebih akurat dalam pekerjaan para petani. Penggunaan teknologi pada sektor pertanian, seperti penggunaan sistem irigasi pintar dapat digunakan untuk membuat jadwal penyiraman pada tanaman secara otomatis, serta meningkatkan produktivitas serta dapat membantu dalam mengelola lahan yang lebih baik, mengurangi pemborosan, meningkatkan hasil yang akan didapatkan para petani dan tentu dapat mengurangi kerugian yang akan diterima oleh para petani, “ucap Denanto.

Lebih lanjut, Denanto menjelaskan penerapan Teknologi Bioteknologi, yang digunakan untuk membuat tanaman lebih tahan terhadap hama serta cuaca yang ekstrem. Penggunaan teknologi memang memberikan banyak keuntungan bagi para petani, akan tetapi penerapan teknologi pada sektor pertanian tentu memiliki tantangan tersendiri, seperti kurangnya pengetahuan mengenai teknologi baru yang digunakan, keterbatasan akses pada teknologi, serta belum adanya pelatihan yang memadai untuk seluruh petani.

Penerapan yang diharapkan dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan yang ada. dapat dengan membuat program subsidi agar teknologi ini dapat didapatkan oleh banyak petani, dapat juga dengan membuat program pelatihan cara penggunaan teknologi baru untuk meningkatkan kemampuan petani dalam penerapan teknologi baru, mendirikan infrastruktur yang mendukung penerapan teknologi baru juga dapat mempermudah penerapan teknologi baru pada para petani, “jelas Denanto.

Masih Denanto, penggunaan teknologi juga membutuhkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, seperti peneliti, pembuat kebijakan, dan tentunya para petani.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan dibidang pertanian modern. TIK memungkinkan dalam pemberian informasi seperti data cuaca, harga pasar, dan teknik pertanian baru yang harus digunakan untuk meningkatkan produktivitas serta efesiensi pada pertanian (Burhan, 2018), “kata Denanto.

Terakhir, Denanto mengatakan penerapan TIK dapat mempengaruhi keputusan para petani dalam melakukan pekerjaan hingga dapat meningkatkan produktivitas dan efesiensi hasil pertanian.

Penerapan teknologi disektor pertanian pada kinerja berkelanjutan memiliki dampak yang baik bagi pemerintah, organisasi dan masyarakat, membuat sektor pertanian lebih efektif dan efesien.

Dengan diterapkan teknologi pada sektor pertanian diyakinkan dapat membantu meningkatkan hasil produksi tanaman pertanian serta meningkatkan pendapatan ekonomi bagi pemerintah maupun masyarakat. Tentu tidak semua sumber daya manusia dapat langsung beradaptasi dengan perubahan, dikarenakan memerlukan waktu, usaha atau pelatihan serta biaya pada penerapannya pada pertanian. Pemerintah serta organisasi yang terlibat pada penerapan teknologi pada sektor pertanian harus memikirkan rencana masa depan serta solusi dari permasalahan yang akan terjadi pada saat penerapan teknologi pada sektor pertanian,”tutup Denanto. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *