Potensi.news, Batam– Oknum Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (Kepsek SMKN) di Kota Batam inisial (BS- Red) diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap salah seorang gadis berinisial (R-red) yang merupakan staf di salah satu sekolah SMK Negeri di Kota Batam, Selasa (23/07/2024).
Diketahui, (R-red) selaku staf sekolah yang diduga menjadi korban tindakan pencabulan oleh oknum kepala sekolah (BS-red) tersebut merupakan alumni dari salah satu sekolah SMK Negeri di Batam yang juga sebagai staf. Dugaan tindak pencabulan ini diketahui terjadi pada senin (24/06/24) lalu.
Atas kejadian tersebut, pada Minggu (30/06/24) lalu, salah satu Ketua Komite SMKN di Batam, Ketua RW di Kelurahan Sei Pelunggut, beserta Tokoh masyarakat, Ketua LPM Kelurahan Sei Pelunggut, serta korban (R-red) membuat surat untuk meminta (BS-red) oknum kepala sekolah SMKN secara institusi, jangan lagi ditempatkan sebagai Kepsek di salah satu sekolah SMK Negeri Batam.
Berdasarkan keterangan, salah satu Guru SMK negeri di Batam berinisial (LBH-red) Rabu (19/06/24) lalu, oknum Kepala Sekolah (BS-Red) meminta kepada (LBH-red) Foto alumni salah satu sekolah SMK Negeri Batam yang akan direkrut bekerja sebagai Staff di salah satu SMK Negeri Batam, Kamis (20/06/24) lalu.
Kemudian, (LBH-red) mengirim Foto-foto tersebut dan pada hari Jumat (21/06/24) lalu, jadi pembahasan dan di pilih oleh (BS-red) oknum Kepala Sekolah SMKN Batam adalah (R-red) untuk diminta menjadi staff di salah satu SMK Negeri Batam.
Pada hari Sabtu, (22/06/24) lalu (R-red) di telpon karena tidak diangkat maka di kirim pesan melalui WhatsApp agar (R-red) datang ke sekolah pukul 08:00 wib.
Pada saat ke sekolah (R-red) di temani ibunya. lalu (R-red) di suruh masuk di ruang (BS -red) oknum Kepala Sekolah SMKN Batam untuk di interview dan langsung disuruh membuat surat Lamaran Kerja diminta agar dibuat tertanggal 08 Mei 2024.
Karena disuruh langsung kerja maka oknum Kepsek (BS-red) menyampaikan kepada (R-red) agar ibunya disuruh pulang karena (R-red) banyak tugas yang harus diselesaikan. Dengan berat hati (R-red) meminta ibunya agar pulang dulu.
Hari Pertama masuk kerja dari pukul 08:00 WIB – 18:00 WIB. Dihari pertama kerja tidak ada gejala yang mencurigakan tapi banyak pekerjaan yang diberikan kepada (R-red) oleh oknum Kepsek (BS-red).
Ketika (R-red) mau menyimpan file pekerjaan, (R-red) minta saran kepada oknum Kepsek (BS-red) agar file yang baru dikerjakan di beri nama apa..?? oknum Kepsek (BS- red) langsung merespon dan memberikan saran agar file tersebut di beri nama R Cantik.
Namun, (R-red) tetap memberi nama file tersebut dengan nama R. Selanjutnya, (R-red) berpamitan untuk pulang karena sudah sore dan tiba di rumah pas Azan Magrib.
Pada Hari Senin (24/06/24) lalu dihari ke 2 (R-red) masuk kerja Pukul 07:05 WIB – 18:00 WIB dimana (R-red) menunggu tugas yang akan diberikan oknum Kepsek (BS-red) kepadanya.
Setelah oknum Kepsek (BS-red) datang lalu mengajak ngobrol (R-red), setelah itu mengajak (R-red) keliling ruangan sekolah.
Ketika ada ruangan kelas yang kotor (R-red) diajak foto selvi dengan oknum Kepsek (BS-red) berkali kali, katanya sebagai bukti ada kelas yang kotor.
Setiap foto selvi oknum Kepsek (BS-red) selalu minta agar (R-red) supaya dekat disamping (BS-red) oknum Kepsek, mintanya sambil senyum-senyum.
Setelah itu, (BS-red) oknum kepsek memberikan tugas agar di ketik oleh (R-red), karena ini kewajibannya untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh (BS-red) oknum Kepsek, maka langsung dikerjakan oleh (R-red).
Waktu itu sudah menunjukan pukul 16:17 WIB, (R-red) mengirimkan pesan kepada (BS-red) oknum Kepsek melalui WhatsApp, dimana (R-red) izin pulang karena pekerjaan yang diberikan oleh (BS- red) oknum Kepala sekolah sudah siap.
Namun pesan tersebut di balas “OTW Nii..”, dan lanjut (R-red) ditelpon (BS-red) oknum Kepsek menyampaikan agar (R-red) jangan pulang dulu, karena masih ada kerjaan untuk menyusun atau merapikan berkas-berkas di kantor.
Maka dari itu, (R-red) berpikir (BS-red) oknum Kepsek mau ke sekolah. maka (R-red) menunggu kehadiran (BS-red) oknum Kepsek. Setelah (BS-red) oknum Kepsek datang. (R-red) di panggil di ruangan (BS-red) oknum Kepsek untuk memeriksa pekerjaan (R-red).
Setelah dianggap selesai, dengan ungkapan (BS-red) oknum Kepsek, emang enak kerjasama-sama (R-red). Maka (R-red) berpamitan dengan (BS-red) oknum Kepsek untuk pulang karena waktu menunjukan pukul 18:05 WIB.
Ketika berpamitan pulang (R-red) mengulurkan tangan menyalami (BS-red) oknum Kepsek namun di genggam erat tangan (R-red) tidak dilepaskan.
Lalu, (R-red) ditarik tangannya sehingga berada di dekapan (BS-red) oknum Kepsek lalu dilanjutkan (BS-red) oknum Kepsek mencium kening (R-red). lalu, (R-red) berontak untuk melepaskan diri, tapi naas tak dapat melepaskan diri karena kuatnya tangan (BS-red) oknum Kepsek yang memegang kepala (R-red).
Kemudian, (BS-red) oknum Kepsek melanjutkan dengan ciuman di pipi kanan dan pipi kiri (R-red). Kemudian, (R-red) tetap berontak agar terlepas dari dekapan (BS-red) oknum Kepsek. Setelah berontak membuahkan hasil, sehingga berhasil melepaskan diri (R-red) langsung lari keluar ruangan (BS-red) oknum Kepsek. lalu menuju dimana motor (R-red) diparkirkan. lalu pergi dengan tergesa-gesa meninggalkan salah satu sekolah SMKN Batam.
Dengan larinya (R-red), pergi dengan keadaan buru-buru dilihat oleh penjaga salah satu sekolah inisial (H-red) dan sempat ada kecurigaan, kenapa (R-red) lari terburu-buru dalam mengendarai sepeda motornya.
Tidak lama, dalam selang beberapa menit (BS-red) oknum Kepsek keluar dari ruangan dan menanyakan kepada Penjaga sekolah (H-red). melihat (R-red) pergi kemana?” Lalu dijawab sudah pulang Pak dengan terburu-buru. lalu, (BS-red) oknum Kepsek menuju dan mengendarai mobilnya untuk pergi dari sekolah tersebut.
Malam di hari senin (24/06/24), (R-red) sampai rumah dengan mata lembab karena habis menangis dan mengundang kecurigaan ibunya namun dijawab tidak ada apa-apa. Sepanjang malam itu (R-red) gelisah dan menimbulkan trauma, sehingga tidak selera makan.
Karena tidak tahan menyembunyikan perasaannya dengan kejadian yang baru dialami, maka (R-red) cerita dengan salah satu guru yang dianggap paling dekat dengannya saat sekolah Di salah satu sekolah SMK Negeri Batam yaitu ibu inisial (LBH-red).
Maka sangat terkejut ibu (LBH-red) mendengar pernyataan (R-red) dan merasa bersalah terhadap (R-red), maka ibu (LBH-red) berinisiatif dengan beberapa guru menemui salah satu tokoh masyarakat yang peduli dengan pendidikan, dan pencetus berdirinya Salah Satu sekolah SMK Negeri Batam yang berbasis Kesehatan dan juga mantan Ketua Komite di salah satu sekolah SMK Negeri Batam tahun 2017-2022.
Setelah menceritakan semua, (R-red) kepada Bapak (S-red) yang didampingi oleh Ibu kandung (R-red) dan beberapa guru serta anggota Komite salah satu sekolah SMK Negeri Batam serta tokoh Masyarakat dan Ketua LPM Kelurahan Sungai Pelunggut, maka langkah yang diambil dari pertemuan tersebut adalah dimana beberapa anggota Komite agar hari Selasa (25/06/24) untuk menghadap KACABDIS Kota Batam.
Karena tidak didalam ruangan karena sedang mengurus istrinya yang sedang operasi maka anggota komite diterima oleh pengawas sekolah ibu Isra, maka komite menceritakan semua kejadian yang terjadi oleh (R-red) di salah satu sekolah SMK Negeri Batam.
Maka langkah pengawas ibu Sisrayanti meminta dipertemukan dengan (R-red) untuk dimintai keterangan, dan selanjutnya menemui Kepala sekolah untuk dimintai keterangan.
Dengan pengaduan yang disampaikan oleh Komite dan keterangan dari (R-red) namun (BS-red) oknum Kepsek masih mengelak terhadap tuduhan yang ditunjukan kepada dia, lalu pengawas meminta Kepsek untuk menghadap KACABDIS.
Lalu, pada hari Jumat (28/06/24) lalu, KACABDIS mengundang (R-red) ke kantor KACABDIS di Tembesi Kota Batam pukul 10:00 WIB untuk dimintai keterangan terkait kasus yang menimpa (R-red).
Dengan kejadian tersebut menjadikan (R-red) trauma dan tidak berani masuk kerja, dan (R-red) menyempatkan diri kepada (BS-red) oknum Kepsek tidak akan masuk kerja lagi (bukti pesan WhatsApp terlampir).
Demikian guru dan staf juga memberikan keterangan sangat tidak menyangka akan menimpa (R-red) gadis alumni yang baru tamat diperlakukan seperti itu oleh (BS-red) oknum Kepala sekolah yang seharusnya melindunginya.
Selain kasus tersebut, dilingkungan sekolah juga sudah lama menaruh dugaan terhadap (BS-red) oknum Kepala Sekolah dengan salah satu staf dimana diperlakukan sangat sepesial dengan tidak mempermasalahkan staf tersebut berangkat pukul 9:00 WIB terkadang Pukul 10:00 WIB.
Padahal jam masuk sekolah pukul 07:00 WIB namun tidak ada tindakan atau sangsi yang diberikan oleh (BS-red) oknum kepala sekolah, malah insentifnya di naikkan. Ini yang menjadikan staf dan guru yang lainnya menaruh dugaan. terkadang tidak habis pikir.
Terkadang bahkan sering dimana (BS-red) oknum Kepsek dalam satu ruangan dengan staf tersebut dari pagi sampai sore baru keluar dari ruangan, dengan alasan memberikan pembinaan.
Ini bukan sekali terjadi namun sering dilakukan oleh (BS-red) oknum Kepsek kepada salah satu staf yang berinisial (AM-red) tersebut. sering didapati oleh guru melihat (BS-red) oknum kepsek dengan staf tersebut tidak selayaknya pimpinan dengan staf. tapi kearah kemesraan dan perhatiannya berlebihan kepada (AM-red).
Maka dengan ini kami berharap Bapak (BS-red) oknum Kepsek secara institusi, jangan lagi ditempatkan sebagai Kepsek di salah satu sekolah SMK Negeri Batam. karena menimbulkan kondisi tidak kondusif dilingkungan salah satu sekolah SMK Negeri Batam.
Bahkan kami dapat informasi para guru sudah mengadakan rapat kordinasi untuk membuat petisi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau terkait kinerja (BS-red) oknum Kepala sekolah.
Kami berharap agar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mengambil langkah cepat agar kasus tersebut tidak mencuat kepermukaan yang menjadikan masyarakat banyak mengetahui. sehingga akan menjadikan citra sekolah dan dunia pendidikan semakin tidak bagus.
Terkait hal ini, (BS-red) oknum Kepala sekolah salah SMK Negeri Batam saat dihubungi melalui sambungan telepon untuk dikonfirmasi Kamis (18/07/24) malam, nomor yang bersangkutan dalam posisi tidak aktif.
Sementara itu media ini mengkonfirmasi BS-red oknum Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Batam melalui pesan whatsapp, Kamis (18/07/24) lalu. Namun hingga sekarang belum memberikan tanggapan alias bungkam. (Red)
Bersambung…..






