Mafia Solar Ketahuan Timbun BBM Subsidi Solar di Bintan, Sopir Lori: Berharap Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., Menangkap Bosnya Beserta Komplotannya.

Bintan604 Dilihat

(Potensi.news), Bintan- Hari-hari pemandangan disepanjang jalan antrian panjang mengular di SPBU km 16 Bintan sudah menjadi pemandangan setiap harinya. Hal itu disebabkan banyaknya komplotan mafia solar di SPBU tersebut yang bebas beroperasi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (20/08/2024).

Baru-baru ini, viral di Bintan sopir truk marah-marah di SPBU Kilometer 16 Toapaya, Senin (19/08/24) lalu.

Dalam video berdurasi 23 detik itu, seketika melejit viral di medsos memperlihatkan seorang sopir marah-marah.

Setelah satu unit truk lain dengan nomor polisi BP 8629 BU sedang antre di SPBU Kilometer 16 Toapaya, Kabupaten Bintan dengan membawa beberapa jerigen-jerigen berukuran besar. Ada yang wara kuning, hitam, coklat masih banyak lagi warna jerigen-jerigennya dan didalam bak lori ada tangki kapasitas besar liternya diduga isinya BBM subsidi solar.

“Tengok ne, penimbun minyak. Hak aku diambil nih. Ini sopirnya, ini plat bodongnya. mana jelas platnya ini. Biar viral gak apa-apa, “Ujar pria dalam video itu.

Bila diasumsikan dari vidio truk lori yang viral itu, truk-truk Lori disalah gunakan oleh komplotan mafia solar di Bintan. Dikarenakan, oknum nakal mengaku dirinya orang kuat. Sehingga bebas melakukan penimbunan solar ilegal. Mengesampingkan hak para sopir-sopir lori yang hanya mengisi cuman sekali dalam sehari. Bahkan, terlihat kuat nya komplotan mafia solar tersebut terlihat dari cuek dengan keberadaan Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Bintan, Polda Kepri.

Perlu diketahui, antrean solar di semua SPBU di Kabupaten Bintan terpantau mengular panjang. Setiap hari komplotan mafia solar menyedot solar subsidi dari SPBU-SPBU tersebut di wilayah Bintan.

Kendaraan mereka bahkan terpantau dan divideokan oleh masyarakat, dan yang lebih ironinya, didalam bak truk itu ada tangki dengan kapasitas besar dan drigen-drigen. Diduga kendaraan tersebut sering ganti plat nomor polisi palsu, sehingga boleh beberapa kali masuk ke SPBU untuk mengisi solar. Hal inilah yang tidak terpantau oleh kepolisian di bawah pimpinan Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H.,

Untuk itu, masyarakat  meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini pihak Kepolisian agar turun tangan memberantas mafia solar beserta bosnya.

Seperti yang dikatakan, salah satu narasumber yang berprofesi sebagai supir truk lori yang namanya tidak ingin disebutkan mengatakan kepada media ini “kami berharap Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., menangkap Bos besarnya beserta komplotannya. Semoga para mafia solar di berantas sampai ke akar-akarnya. Dan siapapun yang ada di balik layar, Libas sampai tuntas, jangan kasih ruang sedikitpun, mau ambil keuntungan kok nyusahin masyarakat. Mulai antri pagi kami, sampai sore pun belum tentu kebagian untuk beli BBM solar. Keburu habis dibuat komplotan mafia solar itulah, “Ujar Narasumber.

Tentu yang menjadi catatan dan perhatian SPBU itu sendiri, sistem kartu pengendali solar/fuel card telah di terbitkan oleh pihak Dishub dengan bekerja sama dengan pihak Bank tertentu. Dengan tujuan setiap kendaraan berdasarkan STNK hanya memiliki atau mendapat 1 Kartu Pengendali solar. tentunya hanya mendapatkan kuota minyak sesuai jenis kendaraan setiap harinya, dalam artian setiap kendaraan hanya akan bisa mengisi BBM jenis solar dengan jumlah liter yang sudah di tentukan setiap harinya.

Namun, anehnya pihak SPBU tersebut masih bisa kecolongan dengan sistem yang ada, atau ada kemungkinan pihak SPBU tersebut diduga ikut terlibat dalam aktifitas penimbunan minyak solar subsidi, dan dengan peran yang sangat penting.

Atau sistem dari awal saat pengurusan Kartu pengendali solar yang bermasalah, sehingga kuat dugaan oknum-oknum tersebut mendapatkan kartu pengendali solar lebih dari 1 kartu.

Ditempat terpisah, Pengawas SPBU Km 16 Denny saat diwawancarai media ini, Selasa (20/08/2024) dikantornya menjelaskan terkait keributan yang terjadi pada hari Senin di pengisian BBM jenis solar.

“Saat kejadian itu, saya sedang tidak berada ditempat, namun mendapat laporan dari rekan-rekan yang ada di SPBU km 16, menurut rekan kerja yang menyaksikan langsung, keributan itu bermula saat lori berwarna putih menyerobot antrian. Hal itu membuat pengendara yang merasa diserobot antiriannya marah, dan dengan spontan memvideokan lori yang menyerobot antrian tersebut” jelas Denny.

Lanjut Denny menceritakan “Kami SPBU Km16 sudah berupaya menjalankan SOP jika kendaraan hendak mengisi BBM jenis solar, maka wajib ada fuel card (Kartu pengendali solar-red) dan Nopol kendaraan harus sama. Di kartu itu juga ada barcode yang harus sesuai dengan Nopol kendaraan yang akan mengisi BBM jenis solar” tegas Denny. (Red)

 

 

Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *