Wamen ATR/BPN: Pertanahan Berperan Strategis Dukung Asta Cita Presiden.

Jakarta20 Dilihat

Potensi.News, Jakarta- Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menjadi pembicara dalam Akademi Politik yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (13/06/2026).

Mengusung tema “Asta Cita sebagai Kompas Peradaban: Meneguhkan Kepemimpinan Bangsa yang Tangguh, Berdaulat, dan Berkemajuan”, Ossy menegaskan bahwa sektor pertanahan memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan bahwa berbagai program strategis seperti swasembada tanah, energi, air, serta pengembangan ekonomi kreatif, hijau, dan biru, sangat bergantung pada ketersediaan dan pengelolaan lahan yang baik.

“Semua program tersebut membutuhkan lahan dan tanah. Di situlah peran Kementerian ATR/BPN untuk memastikan Asta Cita dapat terlaksana,” ujarnya.

Ossy memaparkan bahwa dari total wilayah Indonesia, sekitar 77 persen berupa laut dan 23 persen daratan atau sekitar 189 juta hektare. Dari daratan tersebut, 118,1 juta hektare merupakan kawasan hutan, sementara 70,1 juta hektare adalah areal penggunaan lain (APL) yang menjadi kewenangan ATR/BPN.

Ia menambahkan, hingga saat ini sekitar 79,5 persen APL telah berhasil dipetakan, dan sisanya masih dalam proses, terutama di wilayah perbatasan dan area yang berbatasan dengan kawasan hutan.

Menurutnya, pemetaan ini menjadi dasar penting dalam mewujudkan integrasi data pertanahan melalui Kebijakan Satu Peta, guna mengurangi tumpang tindih pemanfaatan ruang yang kerap memicu konflik agraria.

“Permasalahan yang terjadi saat ini banyak disebabkan belum adanya satu basis data yang terintegrasi. Karena itu, kami terus mendorong penggunaan data bersama lintas lembaga agar konflik dapat diminimalisir,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *