Yuk, Kenalan dengan Program Studi di Politeknik Agraria STPN.

Sleman17 Dilihat

Potensi.News, Sleman- Memilih program studi menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit calon mahasiswa yang masih bingung menentukan bidang yang sesuai dengan minat, bakat, dan tujuan karier mereka.

Bagi siswa yang tertarik pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria STPN dapat menjadi salah satu pilihan. Perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional ini menawarkan empat program studi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di bidang pertanahan, pengukuran dan pemetaan, tata ruang, serta administrasi pertanahan.

Program Studi Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) cocok bagi calon taruna yang memiliki ketertarikan pada bidang pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, serta kemampuan analitis yang baik. Materi yang dipelajari meliputi matematika, fisika, pengolahan data, gambar teknik, hingga teknologi pemetaan modern.

Lulusan SMA jurusan IPA maupun lulusan SMK yang relevan, seperti Geomatika, Geologi, dan Komputer, memiliki peluang yang baik untuk berkembang di program studi ini.

Selama perkuliahan, mahasiswa akan mempelajari teknik pengukuran tanah, pengolahan data spasial, pemetaan digital, Sistem Informasi Geografis (SIG), fotogrametri, hingga penyajian informasi pertanahan berbasis teknologi.

Salah satu taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku tertarik karena program studi ini memadukan praktik lapangan dengan teknologi modern.

“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” ujarnya.

Progam Studi Manajemen Pertanahan dan Penataan Ruang (MPRP) cocok bagi calon taruna yang memiliki minat pada perencanaan wilayah, tata ruang, kebijakan publik, pelayanan pertanahan, serta pengelolaan data dan administrasi.

Program studi ini terbuka bagi lulusan SMA dari berbagai jurusan, termasuk IPS, maupun lulusan SMK yang memiliki latar belakang perkantoran, manajemen bisnis, dan bidang lain yang relevan.

Mahasiswa akan mempelajari penataan ruang, pengelolaan pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, administrasi data pertanahan, hingga analisis kebijakan agraria dan tata ruang.

Ayu Hanan Mutia memilih MPRP karena ketertarikannya pada proses perencanaan dan penataan wilayah.

“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itulah saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih baik,” ungkapnya saat ditemui di kampus Politeknik Agraria STPN, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (16/6/2026).

Program Studi KMPT diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang tertarik pada pelayanan publik, administrasi pertanahan, pengelolaan data, serta pemanfaatan teknologi dalam layanan pemerintahan.

Dibandingkan program studi yang berfokus pada aspek teknis pengukuran dan pemetaan, KMPT lebih menekankan pengelolaan data pertanahan, administrasi, dan penyelenggaraan layanan kepada masyarakat.

Materi yang dipelajari antara lain sistem pendaftaran tanah, manajemen data pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, kebijakan pertanahan, tata kelola administrasi, hingga pengembangan layanan publik modern.

Rizaldi Secondia Putra mengaku memilih KMPT karena tertarik pada proses pendaftaran tanah dan regulasi pertanahan.

“Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum serta perlindungan hak bagi masyarakat,” katanya.

Program Studi Pertanahan cocok bagi calon mahasiswa yang tertarik pada isu pertanahan, hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, pengendalian pemanfaatan ruang, serta kebijakan pertanahan.

Program studi ini menawarkan cakupan kompetensi yang lebih luas sehingga memberikan pemahaman komprehensif mengenai berbagai aspek penyelenggaraan pertanahan.

Ni Putu Arista Pradnyaswari, taruni asal Karangasem, Bali, mengaku tertarik memilih Program Studi Pertanahan karena sesuai dengan karakter dirinya yang menyukai aktivitas lapangan.

“Saya suka mencoba hal baru dan senang kegiatan di alam. Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna yang terbagi dalam tiga jalur seleksi, yakni:

•Jalur umum: 260 orang;

•Jalur tugas belajar/PNS Kementerian ATR/BPN: 60 orang;

•Jalur kerja sama pemerintah daerah: 30 orang.

Dengan pilihan program studi yang semakin beragam dan spesifik, calon taruna memiliki kesempatan untuk memilih bidang pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, serta rencana karier mereka di masa depan.

Pendaftaran Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi lengkap mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan ketentuan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi STPN.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *