Sambut Audiensi IGVIM, KADIN Kepri Siap Jembatani Sekolah Vokasi dengan Dunia Industri

Batam, Kepri, Pendidikan42 Dilihat

POTENSI.NEWS, BATAM – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk memastikan putra-putri daerah tidak menjadi penonton di rumah sendiri. Melalui sinergi erat dengan dunia pendidikan vokasi, KADIN Kepri menyiapkan program pendampingan khusus bagi 10 jurusan SMK prioritas guna menjawab tantangan pasar kerja industri strategis. Kesepuluh jurusan tersebut disesuaikan secara spesifik dengan 10 lapangan usaha penopang utama PDRB Kepri.

Komitmen tersebut menjadi benang merah dalam audiensi jajaran pengurus KADIN Kepri bersama Ikatan Guru Vokasi Indonesia (IGVIM) Kepri di Graha KADIN, Batam. Pertemuan ini fokus merumuskan strategi konkrit menyelaraskan kompetensi lulusan vokasi dengan kebutuhan riil dunia usaha di kawasan yang menjadi etalase Republik ini.

Ketua Umum KADIN Kepri, Ir. Mustava, SR, MM, IPU, ASEAN Eng, memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri yang luar biasa harus berbanding lurus dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Ia tak menampik bahwa di tengah pesatnya investasi, mulai dari sektor kelautan hingga dirgantara, masih muncul kekhawatiran bahwa serapan tenaga kerja lokal belum optimal.

Kepri merupakan Indonesia mini, pertumbuhan ekonomi kita luar biasa. Selama ini seolah-olah pengangguran dituding berasal dari lulusan kita sendiri, padahal banyak juga tenaga kerja luar daerah yang datang mencari kerja ke sini. Karena itu, kami di KADIN terpanggil untuk memperjuangkan agar perusahaan-perusahaan mengutamakan tenaga kerja lokal Kepri,” ujar Mustava.

Sebagai catatan, Kepri memiliki fondasi industri yang masif. Sebanyak 148 dari 200 galangan kapal nasional beroperasi di wilayah ini, belum lagi kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic yang menggarap sektor Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat. Potensi besar ini, lanjut Mustava, menuntut adaptasi kurikulum yang dinamis dan spesifik.

Semangat memperkuat kualitas vokasi ini disambut taktis oleh jajaran pengurus KADIN Kepri. Direktur Eksekutif KADIN Kepri, Achyar P. Nasution, mengungkapkan bahwa KADIN Kepri Institut (KKI) saat ini tengah merampungkan modul pendampingan intensif untuk 10 jurusan prioritas.

“KKI hadir untuk mendampingi 10 jurusan prioritas tersebut. Modulnya sedang kita susun. Langkah ini tentu bertumpu pada keakuratan data siswa dari Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) serta peta kebutuhan riil dari dunia industri,” kata Achyar.

Dari sudut pandang inovasi teknologi, Wakil Ketua Umum KADIN Kepri Bidang Teknologi dan Inovasi, Nadirman, mengingatkan pentingnya setiap SMK memiliki keunggulan khas (spesialisasi). Menurutnya, pembukaan jurusan baru sebaiknya tidak hanya bertumpu pada tren semata, tetapi didasarkan pada analisis potensi wilayah dan kebutuhan industri yang mendalam.

Sementara itu, Ketua Komtap Pendidikan Vokasi, Link and Match, dan Pemagangan KADIN Kepri, Jon Herri, menyoroti adanya paradoks di lapangan. Di satu sisi industri teriak-teriak mencari tenaga kerja kompeten, namun di sisi lain lulusan SMK lokal kerap mengalami krisis kepercayaan diri. Ia menilai, kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga media melalui TKDV Kepri adalah kunci untuk memecahkan kebuntuan tersebut.

Ketua IGVIM Kepri, Fitrinaldi, menyambut baik uluran tangan KADIN Kepri. Ia mengakui selama ini banyak sekolah vokasi berjuang sendiri-sendiri dalam mencari mitra industri, baik untuk praktik kerja maupun penyerapan lulusan. Dengan hadirnya KADIN sebagai jembatan, dunia pendidikan berharap jarak antara dunia sekolah dan dunia kerja dapat terpangkas secara signifikan.

Melalui sinergi yang terbangun ini, KADIN Kepri dan para pendidik optimis lulusan SMK di Kepulauan Riau tidak hanya sekadar mengantongi ijazah, melainkan memiliki kompetensi unggul yang diakui industri, sekaligus mengukuhkan masyarakat Kepri sebagai tuan rumah yang tangguh di tanah kelahirannya sendiri.

Komitmen tersebut menjadi benang merah dalam audiensi jajaran pengurus KADIN Kepri bersama Ikatan Guru Vokasi Indonesia (IGVIM) Kepri di Graha KADIN, Batam. Pertemuan strategis ini turut dihadiri sejumlah Wakil Ketua Umum (WKU) dan Ketua Komite Tetap (Komtap) KADIN Kepri, di antaranya WKU Bidang Ketenagakerjaan, Pendidikan Vokasi dan Sertifikasi Junaidi, WKU Bidang Pariwisata Edy Rusman Surbakti, serta WKU Bidang Ekspor dan Impor Rima Rismaya. Hadir pula Komtap Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Azmi Ardiansyah, Komtap Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Agustinus Lase, serta Komtap Ekspor & Impor Herminingsih.

Pertemuan ini fokus merumuskan strategi konkret menyelaraskan kompetensi lulusan vokasi dengan kebutuhan riil dunia usaha di kawasan yang menjadi pintu gerbang utama Republik Indonesia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *