Diduga Pengusaha Nakal Masih Mengeruk Lahan Bijih Bauksit Dan Berlindung Atas Nama Lelang Negara.

Potensi.news, (Tanjungpinang)- Bauksit hasil sitaan negara yang tersebar di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dikabarkan pada akhir bulan Juli 2025 akan segera di lelang.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menyampaikan ada 4,2 juta Matric Ton (MT) Stockpile Bauksit hasil sitaan di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan yang akan dilelang. Dan lokasinya tersebar di 14 titik, berikut ini titik lokasi dan jumlah Stockpile Bauksit yang di lelang oleh negara;

1. Pulau Kentar Blok 1,  300.000 MT

2. Pulau Kentar Blok 2,  100.000 MT

3. Wacopek, 1.000.000 MT

4. Tembeling, 200.000 MT

5. Pulau Kelong, 1.000.000 MT

6. Pulau Angkut, 200.000 MT

7. Pulau Malin, 450.000 MT

8. Pulau Dendang, 150.000MT

9. Tanjung Moco, 100.000 MT

10. Senggarang Besar, 200.000 MT

11  Sei Timun, 100.000 MT

12. Sei Carang, 50.000 MT

13. Dompak Laut, 100.000 MT

14. Tanjung Lanjut, 300.000 MT.

Namun anehnya, baru akan di rencanakan akan dilelang pada akhir Juli 2025, di sejumlah titik yg di sebutkan, tampak sejumlah alat berat telah beroperasi dari bulan Juli hingga sampai saat ini.

Seperti yg tampak di wilayah perkampungan sei carang-bukit galang, kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), alat-alat berat tersebut sudah mondar-mandir dari bulan Juli 2025, dan lebih membingungkan lagi alat-alat berat tersebut kembali menggali lahan/tanah, kuat dugaan pengusaha di tempat tersebut bukan hanya mengolah Stockpile Bauksit yang di lelang, melainkan menggali kembali agar mendapatkan Bijih Bauksit lebih banyak di tempat tersebut.

Kecurigaan atas dugaan Pengusaha nakal yang berlindung di balik atas nama lelang, namun untuk kembali menggali Bijih Bauksit yang masih terkubur di lahan tersebut demi keuntungan pribadi.

Awak media ini beserta tim mencoba masuk lebih dalam kelokasi Pertambangan, namun di sejumlah titik jalan masuk lokasi tersebut, kini  telah di jaga ketat oleh beberapa pria tegap berbadan kekar dan berambut cepak. Sehingga Awak media dan tim tidak bisa melihat lebih jauh kegiatan di tempat tersebut.

Lemahnya pengawasan di tingkat Daerah/Wilayah terhadap pelaksanaan kegiatan Pertambangan, menjadi perhatian yang sangat serius bagi pemerintah Pusat. Terbukti dengan Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Selasa (19/8/2025) untuk membahas penertiban kawasan hutan dan tambang ilegal.

Sementara itu, adapun beberapa instansi yang di konfirmasi oleh media ini. dari pemerintah kelurahan – Aparat Penegak Hukum (APH). Sebagai berikut:

1. Lurah Air Raja, Sudarman, A.Md,  saat di konfirmasi oleh media ini, Jumat (22/08/25) hingga kini belum memberikan tanggapan alias bungkam. Ada apa dengan Lurah Air Raja? Anehnya, lokasi tersebut di wilayahnya. Apa benar penguasa setempat tidak mengetahui kegiatan tersebut?

2. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Yusnar Yusuf S.H., M.H., mengatakan Jika teman-teman yakin ada perbuatan ilegal dalam galian tanah (perkara pidum) sebaiknya segera laporkan ke pihak Kepolisian. Itu masuk ranah tindak pidana umum bang, “tulis Yusnar saat menanggapi konfirmasi media ini, Jumat (22/08/25).

3. Kasi Humas Polresta Tanjungpinang IPTU Sahrul Damanik mengatakan terima kasih informasi pak. lokasinya dimana tu pak?, “tulis IPTU Sahrul saat menanggapi konfirmasi media ini, Jumat (22/08/25).

4. Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poerbowo, S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi melalui pesa whatsapp, Jumat (22/08/25) hingga kini masih bungkam. (Red/ tim)

 

 

Bersambung……

 

Part: l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *